• Chose Language

  • Flag Counter

    free counters
  • Visitors counter

    • 18,617 Visitors
  • Review mengenaljepang.wordpress.com on alexa.com
  • readbud - get paid to read and rate articles
  • Internet Marketing

Sejarah Bento Nasi Kotak dari Jepang

Pada akhir zaman Kamakura, orang Jepang mengenal makanan praktis berupa nasi yang ditanak dan dikeringkan. Makanan ini disebut hoshi-ii (nasi kering) dan dibawa di dalam tas kecil. Hoshi-ii bisa dimakan begitu saja, atau direbus di dalam air sebelum dimakan. Di zaman Azuchi Momoyama (1568-1600), orang sudah mulai senang makan di luar, dan kotak kayu yang dipernis digunakan sebagai wadah membawa makanan. Bentō mulai dikenal sebagai makanan praktis dalam kesempatan hanami atau upacara minum teh. Baca lebih lanjut

This is it Kimono From Japan

Yang ngaku suka dengan Jepang pasti tau yang namanya kimono.

Kimono adalah pakaian tradisional negara Jepang untuk pria dan wanita yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Baru pada jaman Edo, kimono mengalami perubahan yang sampai sekarang masih dipertahankan, yaitu lengan kimono yang sedikit lebih panjang bagi wanita yang belum menikah dan obi (sabuk lebar untuk mengencangkan kimono) yang semakin besar. Baca lebih lanjut

Uniknya perceraian suami istri di Jepang

Ternyata prosesi perceraian pasangan suami istri di Jepang tidaklah rumit dan berbelit, cukup bawa uang sekitar 5 Jutaan Rupiah ke pemuka Adat yang berwenang, lalu menghancurkan cincin pernikahan mereka dengan sebuah palu khusus hingga rusak, dan selesai.

Baca lebih lanjut

Pria Jepang Keranjingan ke Kedai Teh

Upacara minum teh dikenal dalam bahasa Jepang sebagai sado atau chanoyu. Tradisi ini dianggap sebagai sebuah seni yang sangat diminati, terutama dilakukan oleh para wanita. Namun, belakangan ini semakin banyak para pria yang berhenti untuk sekadar mampir ke tempat upacara minum teh dalam perjalanan pulang kerja.

Pada dasarnya, sado (yang berarti jalan teh) terletak pada kebiasaan sederhana memasak air mendidih, menyiapkan teh bubuk hijau, melayani tamu, dan meminumnya. Tradisi sejak lima abad lampau ini memang mencakup tata cara memasukkan teh. Ini didasari filsafat Zen yang datang untuk diresapi dengan spiritual.
Baca lebih lanjut

Rahasia Kesuksesan Jepang

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari negara yang mungil, kecil dibandingkan negara kita yang kaya raya, segala sesuatu ada, kekayaan alam yang luar biasa, namun apa yang terjadi dengan bangsa kita? Marilah kita lihat sejenak rahasia sukses negeri yang tidak lebih besar dari pulau sumatera ini, yang tidak memiliki kekayaan alam yang berarti, bahkan juga telah diluluh lantakkan bom atom (hirosima dan nagasaki) hingga sekarang masih tersisa zat radio aktifnya.

1. Sangat Menghargai Waktu

Masyarakat jepang terkenal dengan kedisiplinannya terhadap waktu. Sungguh luar biasa bila anda melihat sendiri bagaimana masyarakat Jepang memanfaatkan waktu mereka. Lihatlah bila mereka berjalan, seperti mengejar sesuatu, hampir semua masyarakat Jepang memakai jam tangan kemanapun mereka pergi. Apabila anda terlambat semenit saja kereta, maka anda harus menunggu kereta selanjutnya. Mungkin ini sangat bertolak belakang dengan budaya masyarakat Indonesia yang terkenal dengan jam karet. Ironis memang, seharusnya kita masyarakat muslim lebih hebat dalam masalah waktu daripada bangsa jepang. Bukankah kita sudah dilatih sholat tepat waktu setiap hari? Apa yang salah dengan bangsa kita? Baca lebih lanjut

GUNKANJIMA : Pulau Terlarang

Pulau ini adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Nagasaki Daerah Administratsi Jepang, sekitar 15 kilometer dari Nagasaki. Pulau ini juga dikenal sebagai  Gunkan Jima atau pulau kapal perang. Pada tahun 1890 ketika suatu perusahaan (Mitsubishi) membeli pulau tersebut dan memulai proyek untuk mendapatkan batubara dari dasar laut di sekitar pulau tersebut. Di tahun 1916 mereka membangun beton besar yang pertama di pulau tersebut, sebuah blok apartemen dibangun untuk para pekerja dan juga berfungsi untuk melindungi mereka dari angin topan.

Pada tahun 1959, populasi penduduk pulau tersebut membengkak, kepadatan penduduk waktu itu mencapai 835 orang per hektar untuk keseluruhan pulau (1.391 per hektar untuk daerah pusat pemukiman), sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia. Baca lebih lanjut

Budaya dan Kebiasaan Orang-Orang Jepang. part 1

  1. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″.  misalnya Nori 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang.
  2. saat musim panas, acara-acara di TV seringkali menampilkan hal-hal yang berbau horor, ini dikarenakan jika kita menonton sesuatu yang seram , maka tubuh akan terasa dingin.
  3. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan“mati”, sedangkan “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan“kurushii/sengsara”
  4. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak
  5. Di Jepang naik sepeda tidak boleh berboncengan (kecuali memboncengkan anak-anak dibawah usia 5 tahun) Baca lebih lanjut
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.